Kamis, 24 Maret 2011

april mop?

Maret akan segera usai. Bulan April menjelang. Ada suatu kebiasaan jahiliah yang

patut kita waspadai bersama sebagai seorang Muslim; 1 April sebagai hari April Mop.

April Mop sendiri adalah hari di mana orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong

kepada orang lain. Tapi tahukah Anda apakah April Mop itu sebenarnya?



Sejarah April Mop



Sebenarnya, April Mop adalah sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan

umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Sebab

itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan

walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.



Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop—yang hanya berlaku pada tanggal 1

April—adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua,

saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar

bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah

sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal,

tentu saja bukan marah sungguhan.



Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine's Day, budaya April Mop

dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di

masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke

depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat

dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu,

apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.



Perayaan April Mop berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan

memilukan? April Mop, atau The April's Fool Day, berawal dari satu episode sejarah

Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.



Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol

berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja

berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar

menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes,

Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan

Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat

yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.



Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak

orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim

Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan

secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur'an, namun bertingkah-laku berdasarkan

Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala

hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad

lamanya.



Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah

terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah

sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.



Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama

melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah

secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah

Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi

dan menari daripada membaca Al Qur'an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu

untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan

upaya ini membuahkan hasil.



Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan

salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak

hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak

kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.



Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol

(juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan

diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi,

tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah,

tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di

rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para

Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar

Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.



Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim

diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di

pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun

segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.

Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka

dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke

pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih

bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam

Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah

yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa

ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang

masih bertahan di dalamnya.



Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika

tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka

keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak

bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan

terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para

tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus



Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat

Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh

Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di

mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.



Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh

dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April's Fool Day). Pada

tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain.



Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat

Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka

merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus

dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka



Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di

mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di

Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang

ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April

Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan

saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.



Jadi, perhatikan sekeliling Anda, anak Anda, atau Anda sendiri, mungkin terkena

bungkus jahil April Mop tanpa kita sadari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar