Kamis, 24 Maret 2011

informasi dari mella...

Hawa udara di Changchun , Tiongkok, sangatlah dingin.  Li Yuanyuan
memanggul sang ibu yang lumpuh kedua kakinya sambil  menggendong putrinya
yang berusia dua tahun buru-buru ke rumah sakit  karena sang ibu terkena
serangan jantung lagi. Orang-orang yang  berlalu lalang di jalan memandang
mereka bertiga dengan mata  terbelalak, semua takjub melihat seorang wanita
yang kelihatannya  kurus lemah justru memiliki tenaga untuk memanggul satu
orang sambil  menggendong satu lagi.......

Menurut laporan "City Evening  Post", di pagi buta, 13 Pebruari 2008, Li
Yuanyuan telah memakaikan  baju bagi anak dan sang ibu yang baru sembuh
dari sakitnya. Jam 10  pagi, Yuanyuan berjongkok di depan sang ibu,
meletakkan kedua kaki  ibu di pinggangnya lalu memanggul sang ibu, kemudian
menggendong  putrinya yang berdiri di atas tempat tidur.

Kedua tangan  Yuanyuan dipakai untuk menyangga sang ibu, sedangkan sang ibu
membantu merangkul cucunya mengitari leher Yuanyuan. Dengan cara  inilah
tiga orang tersebut saling berangkulan dengan susah payah  keluar dari
rumah sakit. Sang ibu telah lumpuh selama 21 tahun,  selama 21 tahun itu
pulalah Yuanyuan terbiasa memanggul sang ibu  keluar masuk rumah sakit.

Ketika Yuanyuan berusia 7 tahun  terjadilah sebuah kecelakaan lalu lintas
yang benar-benar telah  merubah kehidupannya. Karena kecelakaan ini ibunda
mengalami  kelumpuhan pada kedua kaki yang diperparah dengan menghilangnya
sang  ayah. Sejak saat itu, Yuanyuan menjadi tulang punggung rumah tangga.
Karena tidak ada penghasilan Yuanyuan menghidupi keluarga dengan  menjadi
pemulung, uang hasil kerja kerasnya habis terpakai untuk  mengurus sang
ibu.

Rasa bakti Yuanyuan kepada orang tua  sangat menyentuh hati para tetangga,
banyak tetangga yang dengan  sukarela memberi bantuan kepada sang ibu dan
putrinya ini. Karena  sepanjang tahun hanya mampu berebahan, otot kaki sang
ibu sering  kejang, sakitnya tak tertahankan.

Ada seorang tetangga yang  berprofesi sebagai seorang dokter tradisional
tua, setiap hari  membantunya memberikan terapi akupunktur terhadap ibu
Yuan-yuan,  bahkan mengajarnya menggunakan teknik akupunktur sederhana.
Sejak  berusia 11 tahun sampai sekarang, Yuanyuan sudah dapat menggunakan
teknik akupunktur untuk meringankan rasa sakit ibunya.

Tiga  tahun yang lalu, Yuan-yuan menikah, setahun kemudian, Yuanyuan
melahirkan seorang putri. Namun di mana pun dan kapan pun, Yuanyuan  tidak
pernah meninggalkan sang ibu, dia dan suaminya bersama-sama  memikul
tanggung jawab mengurus sang ibu.

Meskipun rumah  tangganya tidak terbilang kaya, mereka sangatlah puas. Sang
ibu  berkata, terkenang masa 21 tahun ini meskipun penuh penderitaan,
namun dia sangat puas, dia merasa diri-nya sama dengan orang tua  lain yang
juga telah menikmati kehangatan keluarga.

Bagi  Yuanyuan, selama 21 tahun ini, dia merasa dirinya sangat bahagia,
karena dia adalah seorang anak yang masih memiliki seorang  ibu.

"Saya rela menjadi tongkat ibu sepanjang hidupku......."  (Dajiyuan/prm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar